Tag: cesc fabregas

Kemungkinan Cesc Fabregas Mudik ke Arsenal

Mantan kapten tim Arsenal, Cesc Fabregas mengatakan kemungkinan saja suatu saat dia bisa kembali bermain untuk Arsenal, masih ingatkah perpisahan dengan Wenger sempat membuat pesepakbola asal Spanyol ini meneteskan air mata.

Gelandang berusia 24 tahun pindah balik ke klub saat masa kecil dia berlatihan sepakbola pada musim panas tahun ini setelah delapan tahun beraksi dengan tim “The Gunners”, Cesc menyatakan pada Judi Liga Inggris bahwa dia akan merasa sangat senang bila dapat pertahankan bermain di Camp Nou hingga masa pensiun nanti.

Tapi bila dia harus meninggalkan Barca dan hal tersebut benar terjadi maka pilihan utamanya merupakan balik bermain untuk Arsenal.

Cesc Fabregas mengatakan, “Selain bermain di Arsenal serta Barca saya tidak menemukan tempat bermain lain yang cocok untuk saya, suatu saat saya akan pulang ke Arsenal.

Setiap punya waktu luang akan saya tonton pertandingan mereka dan melihat permainan rekan lama saya, kita semua tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, jadi kenapa tidak punya pikiran untuk balik ke sana ?.

Harapan utama tentunya dapat bermain dalam jangka panjang di Barca dan mungkin saja hingga pensiun, dalam kehidupan saya anda tidak dapat mengatakan kata tidak. Dan jika punya peluang untuk milih pastinya dengan yakin saya akan kembali memilih Arsenal”.

Cesc Fabregas menyatakan telah kehilangan motivasi bermain pada saat akhir musim di Stadiun Emirates dan dirinya juga yakin peran penting sebagai kapten telah gagal karena tidak dapat menginspirasikan rekan satu timnya untuk bangkit kembali. lanjut Cesc pada Judi Liga Inggris “Saat itu jujur saya kehilangan gairah bermain dengan rekan tim, selalu saya berupaya mencoba melakukan yang terbaik untuk tim agar dapat maju dan akhirnya hasil yang saya terima adalah nihil.

Hingga sekarang saya telah nampak apa yang pernah saya ucapkan ternyata akhirnya berhasil, waktu itu tetap saya pergi ke camp pelatihan untuk mengikuti latihan.

Namun yang telah dirasakan sama saat saya masih berusia 16 tahun karena kehilangan motivasi serta sedikit merasa tersendat akan yang telah dilakukan, menurut saya setiap orang pasti pernah punya pikiran untuk memulai kembali dari awal perjalanan hidup.

Sebenarnya pada saat itu merupakan masa yang paling sulit saya alami, karena keputusan tersebut mengkaitkan masa depan saya yang selama ini menjadi impian untuk bermain dengan tim Barcelona.

Saat hari terakhir perpisahan dengan bos Arsene Wenger saya tidak merasa malu untuk mengucapkan rasa terima kasih kepadanya dan yang dapat diucapkan saat itu hanya terima kasih tidak ada kata lain, saya juga tidak malu menyampaikan bahwa saya sudah tidak tahan dan akan menangis karena terlalu emosional pada saat itu”.