Tag: liga inggris

Cerita Liga Inggris dan Rasisme

Bek klub Manchester City, Micah Richards telah menyatakan bahwa dirinya tidak banyak membuat masalah sejak memulai karir sepakbolanya dari usia 17 tahun.

Namun menurut pengakuang Richards hanya satu hal yang membuat dia tidak nyaman dengan peraturan sepakbola Inggris yakni kasus penyalah gunaan melalui situs jejaringan sosial “Twitter” kasus rasisme telah membuat dirinya kehilangan rasa percaya diri untuk terus bermain didunia bola, Micah Richards juga memuji permainan bola Inggris karena tidak punya terlalu banyak masalah yang mengkaitkan rasisme dan jalan untuk menangani masalah ini sudah tertera dengan jelas. Walaupun insiden profil tinggi belakangan ini telah melibatkan mantan kapten tim Inggris ( john Terry ) serta Luis Suarez, kedua pesepakbola ini telah menjadi bahan pembicaraan utama dalam musim ini. Setelah keduanya masih menjadi topik hangat pembahasan kini isu rasisme kembali lagi mengkaitkan rekan tim Richards yakni Mario Balotelli dan Yaya, mereka telah disebut dengan “nyanyian monyet” setelah pertandingan menang menghadapi klub Porto di ajang pertandingan Liga Eropa. Micah Richards percaya bahwa dalam satu negara besar pasti selalu ada perbedaan pendapat tapi seluruh kasus rasisme dinegara ini merupakan yang paling sedikit di dunia sepakbola.

Menurut pengakuan yang telah disampaikan Micah Richards, “Hal ini memang sangat susah bila kami dimintai pendapat, karena disini sudah memiliki pihak yang wajib melontarkan pendapat masalah kasus rasisme. Disini saya hanya bisa mengatakan bahwa dalam sepakbola Inggris saat ini telah beredar masalah rasisme dan belakangan ini memang kami sedang dikerumuni kasus yang tidak enak didengar tapi semenjak saya mendalami dunia bola saat usia 17 tahun jarang saya mendengar kasus rasisme dan tren ini baru-baru saja mulai di Inggris, hal ini menurut saya merupakan insiden kecik dan bila ditangani dengan benar seharusnya tidak ada masalah buat kami untuk meneruskan jalan kami kedepannya”.

Pesepakbola asal Inggris ini sendiri juga mengalami kasus pelecehan yang kita ketahui terjadi di jejaring sosial Twitter dan setelah dampak negatif dari penerusan tweet yang dilakukan sekitar tiga minggu yang lalu akhirnya Richards memutuskan untuk menutup akun twitter pribadinya serta berkonsentrasi penuh dalam dunia sepakbola. Richards juga menambahkan pendapatnya, “Awalnya saya sangat menikmati fasilitas dari Twitter dan canda gurau dengan pendukung membuat saya senang, tapi saya tidak senang terjadi hal penyalah gunaan pada situs ini. Terkadang bisa tidak tahan dengan canda yang kelewat batas ini dan sebenarnya ingin membalas komen tapi saya selalu ingat kami sebagai pesepakbola yang profesional dan telah dewasa, bagusnya saya tetap percaya dengan langkah yang telah dijalankan dan tidak terpengaruhi dengan canda gurau ataupun komentar yang telah disampaikan dari berbagai pihak. Akhirnya jalan terbaik adalah melepas dari situs online ini dan konsen dalam permainan sepakbola”.